Sabtu, 23 Juli 2011

Pelayat Banjiri Rumah Duka Zainuddin MZ

ARKOMPAS IMAGES/BANAR FIL DHI Warga memenuhi rumah duka almarhum KH. Zainuddin MZ di jalan H. Aom Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/7/2011). Kiai yang akrab disapa Dai Sejuta Umat tersebut meninggal dunia pada usia 59 tahun saat dibawa menuju Rumah Sakit Pusat Pertamina karena diduga mengalami serangan jantung.
Ratusan pelayat membanjiri rumah duka (alm) KH Zainuddin MZ yang tutup usia setelah terkena serangan jantung pada Selasa (5/7/2011). Dari pantauan Kompas.com, tak sedikit dari mereka datang dengan berpakaian koko, baju gamis, dan jaket majelis dzikir. Banyak para pelayat tersebut datang berkelompok.
Sementara itu, karangan bunga bela sungkawa pun terpajang mulai dari bibir Jalan H. AOM RT001/RW08 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Hingga saat ini, jenazah "Dai Sejuta Umat" itu tengah dishalatkan di Masjid Fajrul Islam yang berada sekitar 100 meter dari kediaman Zainuddin. Namun, karena pelayat cukup banyak, maka shalat jenazah tersebut dilaksanakan hingga dua kali untuk memfasilitasi pelayat yang ingin menshalatkan Zainuddin.
"Saya sangat ingin mengucapkan terimakasih kepada jamaah. Atas nama putra tertua saya memohon maaf apabila dalam pergaulan sehari hari ayah saya ada perbuatan yang tidak berkenan, apabila ada hak-hak yang harus diselesaikan silakan menghubungi kami. Semoga amal ibadah almarhum diterima," ucap anak tertua Zainuddin, Fikri Haikal.

Zainuddin Tak Pernah Keluhkan Jantung

Kompas/Lucky Pransiska Istri Dai Sejuta Umat KH Zainuddin MZ, Kholilah, menangisi jenazah suaminya sebelum dimakamkan di halaman Masjid Fajrul Islam di kawasan Gandaria, Jakarta, Selasa (5/7). KH Zainuddin MZ meninggal Selasa (5/7) sekitara pukul 09.20 pada usia 60 tahun.
Semasa hidup, dai kondang KH Zainuddin MZ tak sedikit pun mengeluhkan rasa sakit pada jantungnya. Kalaupun terlihat kurang sehat, anak kedua Zainuddin, Lutfi Manfalutfi, menilai ayahnya hanya keletihan.
"Beliau belum pernah mengeluh sakit. Paling hanya sesekali bilang kalau capek," kata Lutfi di rumah duka Zainuddin, Jalan H Aom, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/7/2011). Kalau sudah demikian, keluarga selalu mengingatkan Zainuddin untuk banyak beristirahat.
"Makanya kami cuma bilang istirahat saja. Terakhir dia hanya mengeluh sakit kepala sebelum akhirnya pingsan," ujar Lutfi.
Hingga akhirnya Zainuddin tutup usia pada pukul 09.20 WIB di rumah sakit Pertamina akibat serangan jantung, Lutfi mengaku tak menduganya penyebabnya adalah sakit jantung mengingat "Dai Sejuta Umat" itu tak memiliki rekam jejak penyakit tersebut.
"Enggak ada penyakit jantung, makanya saya kaget. Tidak ada tanda-tanda, sampai akhirnya beliau pingsan," kata Lutfi.

AM Fatwa: Zainuddin MZ Tokoh Berpengaruh

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Istri almarhum KH Zainuddin MZ, Hj Kholilah (kanan), menangis di samping jenazah suaminya, yang disemayamkan di rumah duka, kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (5/7/2011). Dai kondang bernama lengkap Zainuddin Muhammad Zein meninggal hari ini saat dalam perjalanan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina karena sakit jantung.
Mantan Wakil Ketua MPR AM Fatwa menilai, (alm) Zainuddin MZ merupakan salah satu mubalig yang besar namanya melalui media massa.
"Dia seorang ustad yang sangat populer lewat media. Dia sangat terkenal mulai dari tetangga, masyarakat, dan kalangan pejabat. Jadi di seantero ini tidak ada yang tidak mengenal beliau," kata Fatwa usai melayat jenazah "Dai Sejuta Umat" itu di Masjid Fajrul Islam, Jalan H Aom RT001/RW08 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/7/2011).
"Televisi menayangkan ceramahnya itu terlihat bahwa beliau adalah tokoh yang sangat berpengaruh," ujarnya. Fatwa pun mengaku berkesan dengan cara berkhotbah Zainuddin. "Pemilihan kata-katanya tidak membosankan dan humoris. Materinya tidak dijejali sesuatu yang berat," ujarnya.
Namun, Fatwa yang biasa bertemu Zainuddin mengaku kecolongan ketika "Dai Sejuta Umat" itu mengembuskan napas terakhir. "Saya biasanya bertemu rutin. Tapi memang beberapa hari terakhir ini saya di luar kota, ini baru tiba dari luar kota. Sampai di rumah di Manado saya langsung ke sini," ujar Fatwa.

Politik Bukan Habitat Zainuddin

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Istri almarhum KH Zainuddin MZ, Hj Kholilah (kanan), mencium jenazah suaminya, yang disemayamkan di rumah duka, kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (5/7/2011). Dai kondang bernama lengkap Zainuddin Muhammad Zein meninggal hari ini saat dalam perjalanan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina karena sakit jantung.
Kegagalan (alm) KH Zainuddin MZ di dunia politik dinilai mantan Wakil Ketua MPR, A.M. Fatwa cukup beralasan. Pasalnya, menurut Fatwa, politik bukanlah habitat mubaligh yang dijuluki "Dai Sejuta Umat" itu.
"Nampaknya partai politik bukan habitatnya, makanya setelah dijalani dia mundur dengan sendirinya," komentar Fatwa usai menyalati jenazah pendiri Partai Bintang Reformasi itu di di Masjid Fajrul Islam, Jalan H. Aom RT001/RW08 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/7/2011).
Kalau pun Zainuddin gagal dalam pemilihan umum 2004 silam, menurut Fatwa, ada hikmah yang bisa dipetik Zainuddin ketika itu. "Jadi ketidakterpilihannya beliau pada pemilu 2004 itu sebuah hikmah besar. Bukan tidak disukai masyarakat, tapi masyarakat tidak rela Zainuddin MZ masuk ke partai politik yang menghambat geraknya. Justru sebagai mubaligh dia bisa bergerak bebas," jelas Fatwa.
Akhirnya, keputusan Zainuddin untuk lengser dari panggung politik pun dinilai tepat oleh Fatwa. "Keputusan meninggalkan kehidupan berpolitik praktis itu sangat tepat. Setelah sebelumnya jadi sesepuh di Partai Persatuan Pembangunan dia mundur karena dirinya kurang direlakan oleh umat, karena partai politik itu khusus untuk orang yang memfokuskan diri kepada masalah persatuan," tuntasnya.

Zainuddin MZ Dikebumikan

Dai sejuta Umat
Zainuddin MZ Dikebumikan
Irfan Maullana | A. Wisnubrata | Selasa, 5 Juli 2011 | 16:47 WIB
Dibaca: 41382
|
Share:
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Jenazah KH Zainuddin MZ bersiap untuk dimakamkan di Masjid depan rumahnya di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (5/7/2011). Dai kondang bernama lengkap Zainuddin Muhammad Zein meninggal hari ini saat dalam perjalanan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina karena sakit jantung.
Jenazah (alm) KH Zainuddin MZ akhirnya dikebumikan di halaman belakang Masjid Fajrul Islam, Jalan H. Aom, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/7/2011).
Usai adzan shalat ashar berkumandang, keranda jenazah "Dai Sejuta Umat" itu pun dipanggul menuruni anak tangga Masjid Fajrul Islam menuju ke halaman belakang. Takbir, tahmid, dan taslim para pelayat ikut mengiringi Zainuddin menuju ke tempat peristirahatan terakhir yang terletak tak begitu jauh dari kediamannya.
Zainuddin MZ, yang wafat di usia 59 tahun sebelumnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan akibat serangan jantung. Namun, dalam perjalanan ke rumah sakit nyawa Zainuddin tak sempat terselamatkan.